
Sekatak Buji, 24 Oktober 2026 – Kelompok CSL Sekatak Buji menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Digital Marketing sebagai upaya meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam memasarkan produk dan memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2026, pukul 09.30–11.30 WITA, bertempat di Rumah Produksi Sekatak Buji, dengan melibatkan 19 peserta yang terdiri atas Fasilitator WFS dan anggota kelompok CSL. Kegiatan menghadirkan Bapak Irfan sebagai pemateri dan didampingi oleh Nur Afdalia selaku Fasilitator Bisnis.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemasaran dalam mendukung pengembangan usaha kelompok. Produk yang memiliki kualitas baik perlu didukung oleh strategi promosi yang tepat agar dapat dikenal oleh konsumen dan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial dan marketplace menjadi saluran pemasaran yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan calon pembeli, serta meningkatkan akses terhadap pasar tanpa sepenuhnya bergantung pada penjualan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital yang mencakup empat aspek utama, yaitu teknik foto produk, pembuatan copywriting soft selling dan hard selling, pemanfaatan Facebook Marketplace, serta teknik closing penjualan. Materi tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana produk dapat dipromosikan secara lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan calon konsumen.
Salah satu materi yang dibahas adalah teknik foto produk. Dalam pemasaran digital, foto menjadi elemen penting karena merupakan salah satu informasi visual pertama yang diterima calon pembeli. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengaturan pencahayaan, pemilihan latar belakang, sudut pengambilan gambar, dan penataan produk agar tampil lebih jelas serta menarik. Penyajian visual yang baik dapat membantu memperlihatkan karakteristik produk dan membangun kesan profesional, sehingga calon konsumen memperoleh gambaran awal sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.
Selain aspek visual, kegiatan ini juga membahas penyusunan copywriting sebagai strategi untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produk. Peserta diperkenalkan dengan pendekatan soft selling dan hard selling. Soft selling menekankan komunikasi persuasif melalui cerita, manfaat, dan nilai produk untuk membangun ketertarikan konsumen. Sementara itu, hard selling lebih berorientasi pada penawaran langsung, seperti penyampaian harga, informasi ketersediaan produk, dan ajakan untuk membeli. Penggunaan kedua pendekatan tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik produk, sasaran konsumen, serta tujuan promosi yang ingin dicapai.
Pemanfaatan Facebook Marketplace menjadi materi berikutnya yang menekankan pentingnya penggunaan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara menampilkan produk, mencantumkan harga, menyusun deskripsi yang informatif, serta memberikan respons terhadap pertanyaan calon pembeli. Melalui marketplace, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar jaringan pelanggan yang telah dimiliki. Pemanfaatan platform ini juga dapat menjadi alternatif saluran pemasaran yang relatif mudah diakses oleh anggota kelompok.
Tidak hanya berfokus pada promosi, kegiatan ini turut membahas teknik closing sebagai bagian penting dalam proses penjualan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai cara membangun kepercayaan, merespons kebutuhan calon pembeli, memberikan informasi produk secara jelas, dan mendorong penyelesaian transaksi. Kemampuan komunikasi yang baik menjadi faktor pendukung dalam mengubah ketertarikan calon konsumen menjadi keputusan pembelian. Dengan demikian, pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering produk dipublikasikan, tetapi juga dengan kemampuan pelaku usaha mengelola interaksi dan memberikan pelayanan kepada calon pelanggan.
Keempat materi tersebut menunjukkan bahwa pemasaran digital merupakan proses yang saling berkaitan. Foto produk berperan menarik perhatian, copywriting membantu menyampaikan nilai produk, marketplace memperluas peluang keterjangkauan pasar, sedangkan teknik closing mendukung proses transaksi. Kombinasi keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi anggota kelompok dalam mengembangkan pendekatan pemasaran yang lebih terarah dan sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen.
Pelaksanaan Sharing Session Digital Marketing ini menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas anggota Kelompok CSL Sekatak Buji dalam menghadapi tantangan pemasaran usaha. Sebanyak 19 peserta memperoleh pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan media digital untuk mendukung aktivitas promosi dan penjualan. Materi yang disampaikan juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam memublikasikan produk melalui media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp Status, serta mengoptimalkan marketplace sebagai sarana untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, pemasaran digital diharapkan dapat dipahami sebagai bagian strategis dari pengembangan usaha, bukan sekadar aktivitas mengunggah foto produk. Kemampuan menyajikan produk secara menarik, menyusun pesan promosi yang tepat, memilih saluran pemasaran yang sesuai, dan membangun komunikasi dengan calon pembeli merupakan unsur yang saling mendukung dalam meningkatkan daya saing usaha. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu anggota Kelompok CSL Sekatak Buji mengembangkan pemasaran yang lebih adaptif, memperluas peluang akses pasar, dan mendukung keberlanjutan usaha kelompok.